USD/IDR Tetap Kuat, Rupiah Masih Tersungkur di 16.421 Jelang PDB AS
- Rupiah terus melemah terhadap Dolar AS, diperdagangkan di 16.421.
- DXY mencapai tertinggi baru bulan berjalan di 106,13 pada perdagangan kemarin.
- Para pedagang akan memantau data Produk Domestik Bruto AS malam ini.
USD/IDR saat ini melayang di 16.421, tidak jauh dari pertengahan rentang perdagangan antara 16.517 dan 16.345 pada grafik harian. Pasangan mata uang ini ditutup lebih kuat sebesar 0,18% di 16.439 pada perdagangan kemarin. JISDOR yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) kemarin (26 Juni) menunjukkan level Rupiah (IDR) berada di 16.435, lebih lemah dari level yang tercatat pada 25 Juni di 16.379.
Menurut Ariston Tjendra, Head of Futures dari PT. Sinarmas Futures, ada potensi Rupiah melemah ke 16.480 terhadap Dolar AS hari ini, dengan support diprakirakan di 16.380, seperti yang dikutip dari media online Kompas.
Dolar AS (USD) yang diukur oleh Indeks Dolar AS (DXY) pagi ini bergerak di 105,92 setelah mencapai tertinggi baru bulan berjalan yang tercatat kemarin di 106,13 menjelang data PDB AS malam ini.
Produk Domestik Bruto (PDB) Disetahunkan AS untuk kuartal pertama diprakirakan akan meningkat ke 1,4% dibandingkan dengan tingkat sebelumnya di 1,3%. Sementara PDB Kuartal 1 diprakirakan akan tetap stabil di tingkat 3,1%.
Selain data PDB tersebut, data Belanja Konsumsi Kuartal 1, Klaim Tunjangan Pengangguran Awal untuk pekan yang berakhir pada tanggal 21 Juni, Neraca Perdagangan Barang (pendahuluan) bulan Juni, Persediaan Perdagangan Besar (Mei), Pesanan Barang Tahan Lama (Mei), Penjualan Rumah Tertunda (Mei) dan Aktivitas Manufaktur The Fed Kansas (Juni) dari AS juga akan dipantau.
Besok, fokus para pedagang akan beralih ke Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditure/PCE) AS.
Sejumlah komentar hawkish dari beberapa pejabat Federal Reserve (The Fed) baru-baru ini telah membuat Dolar AS (USD) mempertahankan penguatannya. Menurut Gubernur Federal Reserve Michelle Bowman pada hari Selasa pekan ini, The Fed belum berada pada titik yang tepat untuk menurunkan suku bunga. Anggota Dewan Gubernur Lisa Cook juga menyebutkan bahwa inflasi 12 bulan bergerak sideways selama sisa tahun ini, dan akan melambat lebih tajam pada tahun depan.