Rally Harga Emas Tetap Berlanjut Meskipun Imbal Hasil Obligasi AS Kuat

  • Harga Emas dekat tertinggi baru di sekitar $2.350 saat Dolar AS tetap sideways.
  • Imbal hasil AS menguat saat para pedagang mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.
  • Inflasi AS dapat memandu ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga The Fed di masa depan.

Harga Emas (XAU/USD) mencatatkan rekor tertinggi baru sepanjang masa tepat di atas $2.350 pada hari Senin. Rally logam mulia masih berlanjut meskipun imbal hasil obligasi Pemerintah AS naik setelah laporan Nonfarm Payrolls Amerika Serikat yang kuat untuk bulan Maret menggeser ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada semester kedua tahun ini.

Imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun naik ke tertinggi empat bulan di dekat 4,45%. Secara umum, imbal hasil obligasi yang lebih tinggi mengurangi daya tarik Emas karena meningkatkan biaya peluang untuk berinvestasi pada Emas. Namun, kasus tersebut tidak kunjung terjadi dalam beberapa minggu terakhir.

Para pengambil kebijakan di The Fed tidak melihat penurunan suku bunga sebagai hal yang tepat karena data pasar tenaga kerja yang kuat dapat menghambat kemajuan dalam menurunkan inflasi ke target 2%.

Bahkan salah satu pengambil kebijakan The Fed memandang tidak perlunya penurunan suku bunga tahun ini jika tekanan harga terus berlanjut. Pekan lalu, Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan penurunan suku bunga tidak diperlukan tahun ini jika inflasi terhenti. Kashkari, yang saat ini bukan anggota pemungutan suara, memperingatkan: “The Fed perlu mempertahankan suku bunga lebih tinggi di kisaran 5,25%-5,50% jika inflasi tetap lebih kuat dari yang diprakirakan”. Dia menambahkan bahwa “jika hal tersebut masih tidak berhasil, kenaikan suku bunga lebih lanjut masih bisa dibahas, namun itu juga bukan merupakan skenario yang mungkin terjadi mengingat apa yang kita ketahui saat ini,” Reuters melaporkan.

Intisari Penggerak Pasar Harian: Harga Emas Terus Menguat Sementara Dolar AS Bergerak Sideways

  • Harga Emas diperdagangkan dekat tertinggi sepanjang masa di dekat $2.350 sementara Dolar AS gagal menangkap penawaran beli meskipun data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang kuat untuk bulan Maret mengurangi spekulasi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed), yang saat ini diprakirakan mulai bulan Juni.
  • Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja mencatat peningkatan sebesar 303 ribu payrolls baru, jauh lebih baik dari prakiraan 200 ribu dan sebelumnya 270 ribu. Tingkat Pengangguran turun ke 3,8% dari konsensus dan sebelumnya 3,9%. Permintaan tenaga kerja yang kuat umumnya diikuti oleh pertumbuhan upah yang kuat karena pemberi kerja terpaksa menawarkan gaji yang lebih tinggi karena kekurangan pekerja. Pertumbuhan upah yang lebih tinggi meningkatkan belanja konsumen, yang membuat inflasi tetap tinggi.
  • Data pasar tenaga kerja menunjukkan bahwa The Fed tidak perlu menurunkan suku bunga lebih cepat. FedWatch Tool dari CME menunjukkan bahwa para pedagang menilai peluang 48% penurunan biaya pinjaman pada bulan Juni, turun signifikan dari 58% pada minggu lalu.
  • Setelah data NFP AS yang kuat, Gubernur Fed Michelle Bowman mengatakan, “Kami masih belum berada pada titik di mana penurunan suku bunga kebijakan dapat dilakukan, dan Saya terus melihat sejumlah risiko kenaikan pada inflasi,” Reuters melaporkan. Bowman tetap yakin inflasi akan melemah seiring dengan permintaan tenaga kerja yang tetap kuat. Dia menambahkan bahwa jika itu terjadi, “pada akhirnya akan menjadi hal yang tepat untuk menurunkan federal funds rate secara bertahap untuk mencegah kebijakan moneter menjadi terlalu ketat.”
  • Ke depan, para investor akan fokus pada data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk bulan Maret yang akan dipublikasikan pada hari Rabu. Data inflasi akan memberikan lebih banyak petunjuk tentang kapan The Fed dapat mulai menurunkan suku bunganya. Tekanan harga yang kuat dapat menghilangkan harapan penurunan suku bunga pada bulan Juni, sementara angka yang lemah dapat mendorong spekulasi sebaliknya.

Analisis Teknis: Harga Emas Melonjak ke $2.350

XAUUSD
Harga Emas terus menambah kenaikan meskipun momentum osilator berubah menjadi sangat overbought – sebuah situasi di mana potensi kenaikan menjadi terbatas. Logam mulia menguat ke $2.350 namun diprakirakan akan berbalik sideways karena para investor diprakirakan  akan mengambil posisi baru setelah rilis data inflasi AS.

Untuk sisi bawah, tertinggi 21 Maret di $2.223 akan menjadi area support utama untuk pembeli Emas.

Relative Strength Index (RSI) 14-periode mencapai 84,00 yang mengindikasikan momentum bullish masih aktif. Namun sinyal-sinyal overbought telah muncul.

AUD/JPY Lanjutkan Kenaikan Beruntun ke Dekat 99,90 di Tengah Spekulasi RBA Hindari Penurunan Suku Bunga

AUD/JPY terus bergerak ke arah positif, naik ke dekat 99,90 selama sesi Eropa pada hari Senin. Kenaikan ini disebabkan oleh apresiasi Dolar Australia (AUD) yang didukung oleh penguatan pasar saham domestik. Indeks ASX 200 mengalami momentum ke atas pada sesi pembukaan minggu ini, terutama didorong oleh lonjakan saham-saham teknologi.
Đọc thêm Previous

Analisis Harga USD/CAD: Mundur ke 1,3600 saat Dolar AS Tetap Absen Jelang Data Inflasi AS

Pasangan USD/CAD jatuh kembali ke support angka bulat 1,3600 di sesi Eropa hari ini. Aset Loonie turun karena Dolar AS gagal menangkap penawaran beli meskipun para pedagang memangkas ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan bulan Juni.
Đọc thêm Next