USD/CHF Bergerak Lebih Rendah Mendekati 0,8620 karena Dolar AS Melemah, Fokus pada Data AS

  • USD/CHF melemah karena Dolar AS gagal melanjutkan kenaikan.
  • Greenback menghadapi tantangan meskipun imbal hasil obligasi AS naik.
  • SNB dapat melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk mendukung Franc Swiss.

USD/CHF diperdagangkan lebih rendah di sekitar 0,8620 selama sesi Asia hari Kamis. Pasangan USD/CHF melemah karena Dolar AS (USD) bergerak turun meskipun imbal hasil obligasi AS membaik. Imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) bertenor 2 tahun dan 10 tahun berada di level 4,36% dan 3,86% pada saat berita ini ditulis.

Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan di sekitar 102,30, dan tampaknya sentimen dovish seputar lintasan suku bunga Federal Reserve AS pada awal 2024 menekan Greenback. Meskipun para pejabat The Fed mendesak pendekatan yang hati-hati dan mencegah spekulasi prematur, Dolar menghadapi tekanan ke bawah.

Namun, Greenback mendapat dukungan pada hari Rabu dengan membaiknya data ekonomi dari Amerika Serikat. Perubahan Penjualan Rumah yang Sudah Ada di AS menunjukkan kenaikan tingkat bulanan sebesar 0,8% di bulan November, sebuah rebound yang signifikan dari penurunan sebelumnya sebesar 4,1%. Selain itu, Kepercayaan Konsumen CB mengalami pertumbuhan substansial pada bulan Desember, menandai kenaikan paling signifikan sejak awal 2021, naik dari 101,0 menjadi 110,07.

Pelaku pasar menunggu rilis data Produk Domestik Bruto AS yang disetahunkan (Q3), Klaim Pengangguran Awal, dan Survei Manufaktur The Fed Philadelphia pada hari Kamis untuk mendapatkan lebih banyak isyarat dalam perekonomian AS.

Pada pertemuan bulan Desember, Swiss National Bank (SNB) memilih untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada level 1,75%. Menurut Buletin Triwulanan yang dirilis pada hari Rabu, deposito berjangka SNB yang disimpan di bank sentral dibayar dengan suku bunga kebijakan SNB hingga ambang batas tertentu, dan 1,25% di atas ambang batas ini. Selain itu, SNB menyatakan kesiapannya untuk aktif di pasar valuta asing jika dianggap perlu, mengindikasikan sikap proaktif dalam mengelola dinamika mata uang.

Tekanan inflasi telah mengalami sedikit penurunan selama kuartal terakhir, namun ketidakpastian dalam lanskap ekonomi tetap tinggi. Di bulan November, inflasi mencapai 1,4%, menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Namun, ekspektasinya adalah bahwa inflasi kemungkinan akan meningkat sekali lagi dalam beberapa bulan mendatang. Kenaikan yang diantisipasi ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti harga listrik yang lebih tinggi, kenaikan harga sewa, dan dampak kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

SNB telah menegaskan komitmennya untuk memantau perkembangan inflasi dengan cermat. Jika diperlukan, SNB siap untuk melakukan penyesuaian pada kebijakan moneternya. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa inflasi tetap berada dalam kisaran yang sejalan dengan stabilitas harga dalam jangka menengah.

 

USD/INR Bertahan di Posisi Positif Menjelang Data PDB AS

Rupee India (INR) diperdagangkan melemah di hari Kamis. Buletin bulanan Reserve Bank of India (RBI) menekankan bahwa jika inflasi ritel utama tidak di
Mehr darüber lesen Previous

Harga Emas Berkonsolidasi dalam Kisaran yang Sudah Dikenal, Mengamati Data Makro AS untuk Dorongan Baru

Harga emas (XAU/USD) membukukan sedikit penurunan pada hari Rabu dan menghentikan kenaikan beruntun selama dua hari ke level tertinggi mingguan, di se
Mehr darüber lesen Next