USD/JPY Tetap Datar di Atas 149,00, Imbal Hasil JGB 10-Tahun Mencapai 0,8% untuk Pertama Kalinya Sejak 2013

  • USD/JPY mengkonsolidasi penurunan baru-baru ini di dekat 149,20 karena para investor takut akan intervensi.
  • Imbal hasil Obligasi Pemerintah Jepang (JGB) bertenor 10 tahun mencapai 0,8% untuk pertama kalinya sejak 2013.
  • Lowongan Pekerjaan JOLTS AS berada di atas ekspektasi.
  • Para pedagang akan memantau  Perubahan Tenaga Kerja ADP dan IMP Jasa ISM AS yang akan dirilis pada hari Rabu.

Pasangan USD/JPY tetap datar di sekitar 149,20 selama awal sesi Eropa hari Rabu. Pasangan ini bertahan di atas angka 149,00 setelah menelusuri kembali ke level terendah 147,33 pada hari Selasa di tengah rumor intervensi mata uang Jepang.

Pada hari Rabu, imbal hasil Obligasi Pemerintah Jepang (JGB) bertenor 10 tahun mencapai 0,8% untuk pertama kalinya sejak 2013. Hal ini memberi tekanan lebih besar pada BoJ untuk mencapai batas kurva imbal hasil dan mempersiapkan akhir dari kebijakan suku bunga negatif. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS naik tipis seiring dengan reli Dolar AS (USD). Imbal hasil 10 tahun mencapai 4,865%, tertinggi sejak 2007.

Di akhir hari Selasa, USD/JPY turun hampir 300 pip dari level 150.00 di tengah rumor intervensi mata uang oleh otoritas Jepang. Di pagi hari Rabu, diplomat mata uang utama Jepang, Masato Kanda, mengatakan bahwa intervensi apapun tidak akan menargetkan level valas melainkan volatilitas, sembari menyebutkan bahwa adalah hal yang normal bagi pihak berwenang untuk tidak berkomentar mengenai apakah mereka akan melakukan intervensi atau tidak.

Lebih lanjut, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Hirokazu Matsuno mengatakan pada hari Senin bahwa ia akan terus mengambil langkah-langkah yang tepat pada FX, tetapi masih belum berkomentar apakah Jepang melakukan intervensi di pasar FX. Perlu dicatat bahwa angka 150,00 adalah level dimana BoJ melakukan intervensi tahun lalu. Oleh karena itu, para pedagang harus berhati-hati sebelum memasang taruhan bullish agresif pada pasangan USD/JPY.

Di AS, Presiden Federal Reserve Cleveland Loretta Mester menyatakan pada hari Selasa bahwa ia kemungkinan akan mendukung kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya jika situasi ekonomi saat ini bertahan sambil menyebutkan bahwa Fed kemungkinan berada di atau dekat puncak untuk target suku bunga. Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan bahwa ia akan bersabar dan tidak ada urgensi untuk melakukan sesuatu yang lebih.

Selain itu, jumlah lowongan pekerjaan untuk bulan Agustus mencapai 9,6 juta dari 8,9 juta (direvisi dari 8,8 juta) pada pembacaan sebelumnya, menurut Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) pada hari Selasa. Angka ini lebih baik dari ekspektasi 8,8 juta dengan selisih yang cukup besar.

Namun, data ketenagakerjaan AS pekan ini dapat memberi petunjuk mengenai kebijakan moneter lebih lanjut dari Federal Reserve (Fed). Data yang lebih kuat dari ekspektasi dapat mengangkat Greenback terhadap mata uang-mata uang lainnya.

Para pelaku pasar akan mengawasi Perubahan Tenaga Kerja ADP dan IMP Jasa ISM AS yang akan dirilis pada sesi Amerika hari Rabu. Sementara itu, spekulasi bahwa pihak berwenang Jepang akan melakukan intervensi di pasar FX tetap menjadi fokus para pedagang. Pada hari Jumat, data Nonfarm Payrolls AS akan menjadi sorotan. Para pedagang akan mengambil isyarat dari data tersebut dan mencari peluang perdagangan di sekitar pasangan USD/JPY.

 

USD/CAD Diperdagangkan Lebih Tinggi Mendekati 1,3710 di Tengah Kewaspadaan Pasar dan Lemahnya Harga Minyak

USD/CAD menelusuri jalur kenaikan di hari keempat berturut-turut, diperdagangkan lebih tinggi di dekat 1,3710 selama sesi Asia hari Rabu. Pasangan ini
Baca selengkapnya Previous

Forex Hari Ini: Dolar AS Menguat karena Lonjakan Imbal Hasil Obligasi Menjelang Rilis Data Penting

Berikut ini adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 4 Oktober: Dolar AS terus mengungguli rival-rivalnya di pertengahan pekan ini karena imbal
Baca selengkapnya Next