AUD/USD Pulih dari Penurunan Baru-baru ini, Tak Bergerak untuk Tetap Berada di Atas 0,6450
- AUD/USD menguat di atas 0,6450 setelah data ketenagakerjaan AS yang beragam.
- Investor menjadi berhati-hati terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga sebesar 25 bp oleh The Fed, menyusul angka ketenagakerjaan yang moderat.
- Para pedagang Australia mengantisipasi bahwa RBA akan melanjutkan jeda suku bunga untuk 2 bulan berturut-turut.
AUD/USD pulih dari penurunan sesi sebelumnya, diperdagangkan lebih tinggi di sekitar 0,6460 selama sesi Asia hari Senin. Pasangan ini mengalami tekanan turun karena data ketenagakerjaan yang beragam dari Amerika Serikat (AS) yang dirilis pada hari Jumat. Angka-angka yang moderat memperkuat kemungkinan tidak adanya perubahan suku bunga oleh Federal Reserve AS (Fed) pada pertemuan September.
Laporan Nonfarm Payrolls AS untuk bulan Agustus mencetak angka 187.000, dibandingkan dengan konsensus pasar sebesar 170.000. Data melaporkan angka 157.000 pada bulan Juli. Pendapatan per jam rata-rata (Agustus) turun ke level 4,3%, yang diharapkan akan tetap konsisten pada 4,4% dari pembacaan sebelumnya.
Namun, para investor masih memperhitungkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) oleh Federal Reserve AS (Fed), yang bertindak sebagai penghalang bagi pasangan AUD/USD dan membatasi kenaikan pasangan ini.
Para pelaku pasar akan mengamati pertemuan kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA) pada hari Selasa. RBA diharapkan akan melanjutkan jeda suku bunga untuk 2 bulan berturut-turut dan menentang kenaikan suku bunga yang diharapkan sebesar seperempat basis poin karena tekanan biaya di negara tersebut berkurang.
Dolar AS (USD), yang mengukur kinerja Greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, berada di sekitar 104,20. Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS yang membaik mendukung Dolar, yang ditutup di 4,18% di hari Jumat. Para pelaku pasar menunggu panduan tambahan dari The Fed mengenai keputusan kebijakan yang akan datang karena data Nonfarm Payrolls AS yang kuat meningkatkan kekhawatiran seputar prospek inflasi.