Jubir Biro Statistik RRT: Pemulihan Ekonomi, Bank-bank Besar Milik Negara Jual Dolar untuk Pertahankan Yuan
Pada Selasa pagi, Reuters mengutip sumber anonim yang menyatakan bahwa bank-bank besar milik pemerintah RRT terlihat menjual Dolar AS untuk membeli China Yuan (CNY) di pasar valuta asing (valas) spot dalam negeri. Berita ini muncul setelah People's Bank of China (PBoC) secara mengejutkan memangkas suku bunga acuan dan mendorong USD/CNY ke level tertinggi dalam setahun.
Baca juga: PBoC Tetapkan Kurs Tengah USD/CNY pada 7,1768 versus 7,1686 Sebelumnya
Di sisi lain, laporan Penjualan Ritel dan Produksi Industri RRT yang suram untuk bulan Juli juga mendorong harga USD/CNY sebelum Juru Bicara Biro Administrasi Negara RRT, Fu Linghui, melalui Reuters, memberikan pembelaannya kepada para pedagang CNY.
Diplomat tersebut awalnya menyampaikan berita penghentian data pengangguran pemuda dari bulan Agustus sembari mengutip kesiapan untuk lebih meningkatkan statistik ketenagakerjaan.
Namun, perhatian utama tertuju pada pernyataan yang menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi RRT menghadapi tantangan, serta ekspektasi yang mengisyaratkan penurunan lebih lanjut pada data Indeks Harga Produsen (IHP).
"Risiko bagi para pengembang properti dapat secara bertahap teratasi dengan adanya optimalisasi kebijakan," kata Juru Bicara Biro Negara RRT.
Perlu dicatat bahwa diplomat RRT juga menerima fakta bahwa tekanan ketenagakerjaan ada dan menunjukkan kesiapan untuk menstabilkan ketenagakerjaan.
Di atas semua itu, Linghui dari RRT mengesampingkan kesengsaraan deflasi dan menyatakan bahwa tidak ada deflasi di Tiongkok, serta mengatakan bahwa tidak akan ada deflasi di masa depan. Dalam pembelaannya, pembuat kebijakan ini juga mengatakan bahwa penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Juli secara tahunan (YoY) bisa jadi hanya bersifat sementara, sembari menambahkan, "IHK dapat berangsur-angsur pulih."
Baca juga: Penjualan Ritel dan Produksi Industri Bulan Juli di Tiongkok Turun di Bawah Prakiraan Pasar dan Sebelumnya