Prakiraan Harga Perak: XAG/USD Gagal Meraih $29 karena Indeks USD Rebound, Amati Penjualan Ritel AS

  • Harga Perak telah menunjukkan tanda-tanda kehilangan momentum ke sisi atas ketika rally menuju $29,00.
  • Data Penjualan Ritel bulan Juni diprakirakan tumbuh dengan laju 0,5% dibandingkan laju sebelumnya 0,3%.
  • Harga Perak telah menembus di atas resistance horizontal yang diplot dari $24,59, yang sekarang telah berubah menjadi support.

Harga Perak (XAG/USD) telah merasakan tekanan jual saat mencoba menangkap resistance krusial $29,00 di sesi London. Momentum ke atas dalam logam putih kehilangan kekuatan karena Indeks Dolar AS (DXY) mencoba untuk pulih, namun bias ke atas masih utuh.

S&P500 futures menunjukkan pergerakan berombak yang menggambarkan kehati-hatian di antara para pelaku pasar saat perusahaan-perusahaan siap untuk melaporkan pendapatan kuartal kedua. Diprakirakan laporan pendapatan perusahaan-perusahaan menunjukkan hasil beragam karena Federal Reserve (The Fed) tetap agresif ketika menaikkan suku bunga dari musim dingin tahun lalu. Selain itu, bank-bank komersial Amerika Serikat juga menerapkan lebih banyak filter pada proses penyaluran kredit untuk menjaga kualitas aset.

Indeks Dolar AS telah pulih setelah turun enam hari berturut-turut ke dekat 99,50. Tekanan harga dalam ekonomi Amerika Serikat telah turun karena harga bensin telah melemah tajam dan individu-individu telah menolak belanja barang-barang mahal untuk memenuhi kebutuhan. Pendapatan riil rumah tangga berkurang karena tekanan inflasi yang lebih tinggi.

Ke depan, investor akan fokus pada data Penjualan Ritel AS bulanan (Juni), yang akan dirilis pada hari Selasa pukul 12:30 GMT (19:30 WIB). Menurut konsensus, data ekonomi diprakirakan tumbuh pada laju 0,5% dibandingkan laju sebelumnya 0,3%.

Analisis Teknis Perak

Harga Perak telah menembus di atas resistance horizontal yang diplot dari tertinggi 09 Juni di $24,59 pada grafik harian, yang sekarang telah berubah menjadi support. Aset mendekati penghentian berikutnya, yang ditempatkan dari tertinggi 10 Maret 2022 di $26,07.

Exponential Moving Average (EMA) 10-periode yang miring ke atas di $23,74 memberikan support untuk pembeli Perak.

Relative Strength Index (RSI) (14) telah melonjak di atas 60,00, tidak menunjukkan tanda-tanda divergensi dan sinyal overbought.

Grafik Harian Perak

XAGUSD

 

Indeks USD: Support Logis Berikutnya Kemungkinan Besar Adalah 99,00 – ING

Para ekonom di ING menganalisis prospek Indeks Dolar AS (DXY). Jeda atau Koreksi ke Atas Dalam Dolar Dapat Terjadi Kapan Saja DXY menembus di bawah
Baca selengkapnya Previous

ECB Bersiap Melakukan Tugasnya Dengan Baik, Mendukung EUR – Commerzbank

Para ekonom di Commerzbank menganalisis prospek EUR karena inflasi yang membandel terus menimbulkan kekhawatiran serius bagi ECB. Penurunan Suku Bung
Baca selengkapnya Next