Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Menyentuh Level Tertinggi Multi-Pekan, di Sekitar $1.940 Menjelang IHK AS

  • Harga emas terus menguat di hari Rabu dan naik ke level tertinggi tiga pekan.
  • Keraguan akan kenaikan suku bunga The Fed membebani Dolar AS dan menguntungkan XAU/USD.
  • Para investor sekarang melihat angka inflasi konsumen AS untuk mendapatkan dorongan arah baru.

Harga emas melanjutkan pemulihan bagusnya baru-baru ini dari sekitar angka bulat $1.900 dan terus naik lebih tinggi sepanjang sesi Asia pada hari Rabu. Momentum ini mengangkat XAU/USD ke level tertinggi tiga pekan, di sekitar area $1.940 dalam satu jam terakhir dan disponsori oleh bias jual Dolar AS (USD) yang berkelanjutan.

Dolar AS yang Lebih Lemah Terus Menguntungkan Harga Emas

Faktanya, Indeks USD (DXY), yang melacak Greenback terhadap sekeranjang mata uang, turun ke level terendah dua bulan setelah spekulasi bahwa Federal Reserve (Fed) mendekati akhir siklus kenaikan suku bunga saat ini. Hal ini, pada gilirannya, dipandang sebagai faktor kunci yang mendorong arus menuju harga Emas berdenominasi Dolar AS. Para investor saat ini tampaknya yakin bahwa The Fed memiliki ruang gerak yang terbatas untuk melanjutkan pengetatan kebijakan moneternya di tengah tanda-tanda bahwa pasar tenaga kerja di Amerika Serikat (AS) mendingin dan ekspektasi perlambatan lebih lanjut dalam harga konsumen.

Penurunan Imbal Hasil Obligasi AS Memberi Dukungan Lebih Lanjut untuk XAU/USD

Perlu diingat bahwa rincian ketenagakerjaan bulanan AS yang diawasi ketat yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan bahwa ekonomi menambahkan pekerjaan paling sedikit dalam 2 1/2 tahun. Selain itu, survei bulanan Fed New York mengungkapkan pada hari Senin bahwa ekspektasi inflasi konsumen satu tahun turun ke level terendah sejak April 2021, menjadi 3,8% pada Juni dari 4,1% pada bulan sebelumnya. Hal ini dapat memungkinkan Fed untuk melunakkan sikap hawkish-nya dan menyebabkan penurunan lebih lanjut dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang melemahkan Dolar dan menguntungkan harga Emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Harga Emas Tampaknya Siap untuk Melanjutkan Langkah Apresiasi

Pergerakan positif dalam perdagangan harian hari Rabu, sementara itu, mendorong XAU/USD di atas zona suplai $1.935 dan mungkin telah menyiapkan panggung untuk pergerakan naik lebih lanjut. Meskipun demikian, para pedagang mungkin akan menahan diri untuk tidak memasang taruhan bullish yang agresif dan lebih memilih untuk menunggu rilis angka inflasi konsumen AS terbaru, yang akan dirilis pada awal sesi Amerika Utara. Laporan krusial ini dapat mempengaruhi jalur kenaikan suku bunga the Fed di masa depan, yang pada gilirannya akan mendorong permintaan USD dalam waktu dekat dan memberi dorongan yang berarti bagi harga Emas.

Prospek Teknikal Harga Emas

Dari perspektif teknikal, setiap pergerakan naik selanjutnya kemungkinan besar akan menghadapi resistance kuat di dekat Simple Moving Average (SMA) 100-hari, yang saat ini dipatok di sekitar area $1.950. Hal ini diikuti oleh rintangan $1.962-$1.964, yang jika ditembus dengan pasti dapat memicu reli short-covering dan mengangkat harga Emas di luar zona suplai $1.970-$1.972, untuk merebut kembali level psikologis $2.000.

Di sisi lain, terobosan resistance $1.935 saat ini tampaknya melindungi penurunan terdekat menjelang support horizontal $1.925 dan level terendah mingguan, di sekitar area $1.912. Kegagalan untuk mempertahankan level support tersebut dapat menyeret harga Emas kembali ke level $1.900-an dalam perjalanan menuju level terendah multi-bulan, di sekitar area $1.893-$1.892 yang disentuh pada bulan Juni. Terobosan yang meyakinkan di bawah level tersebut akan dilihat sebagai pemicu baru bagi para pedagang bearish.

 

GBP/USD Melonjak di Atas Angka 1,2950 Menjelang Data Inflasi AS

Pasangan GBP/USD naik di atas level psikologis 1,2950 dan bertahan di atas level tersebut di awal sesi Asia hari Rabu ini. Pasangan ini mendekati leve
อ่านเพิ่มเติม Previous

Lowe, RBA: Kemungkinan Pengetatan Lebih Lanjut akan Diperlukan untuk Mengembalikan Inflasi Ke Target

Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Philip Lowe berbicara mengenai "Tinjauan Bank Sentral dan Kebijakan Moneter" pada acara Economic Society of A
อ่านเพิ่มเติม Next