Pound Sterling Incar Kenaikan Meskipun Risiko Inflasi Ancam Citra Partai Konservatif
- Pound Sterling tampak akan memperlebar kisaran saat pemerintah Inggris bertujuan untuk memotong upah di sektor publik dalam pertempuran melawan inflasi yang persisten.
- Otoritas Inggris mendesak regulator industri untuk menurunkan margin keuntungan dan mempertimbangkan pemotongan upah.
- Bank of England membuka kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut karena perjalanan mencapai inflasi 2% masih jauh dari selesai.
Pound Sterling (GBP) bertujuan untuk memperlebar pemulihan saat pemerintah Inggris tampak ingin menanamkan perangkat-perangkat fiskal dalam pertempuran melawan inflasi yang membandel. Pasangan GBP/USD pulih setelah tetap terdukung dengan baik di dekat 1,2700, setelah pemerintah Inggris mengumumkan fiskal baru seperti pemotongan gaji pegawai sektor publik. Pemerintah Inggris juga meminta perusahaan-perusahaan untuk menurunkan margin keuntungan untuk menjinakkan inflasi yang kaku, yang dapat membantu memangkas kekhawatiran terhadap prospek ekonomi suram.
Pekan lalu, inflasi utama Inggris yang lebih panas dari prakiraan dan tertinggi baru dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) inti memaksa Bank of England (BoE) untuk mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin. Inflasi utama tetap lebih tinggi dari yang diprakirakan karena penjualan mobil bekas yang optimis mengimbangi penurunan harga energi.
Intisari Penggerak Pasar Harian: Pound Sterling Rebound saat Diprakirakan akan Ada Lebih Banyak Kenaikan Suku Bunga
- Prospek ekonomi Inggris dalam bahaya karena Gubernur BoE Andrew Bailey secara mengejutkan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin (bp) menjadi 5%.
- Para pembuat kebijakan BoE terpaksa mengumumkan kenaikan suku bunga besar-besaran karena inflasi Inggris ternyata lebih persisten dari yang diprakirakan.
- Inflasi utama Inggris di 8,7% karena kenaikan harga barang dan jasa budaya rekreasi, perjalanan udara, dan mobil bekas cukup untuk mengimbangi penurunan marjinal dalam sejarah inflasi makanan yang tinggi dan penurunan harga bensin.
- Inflasi inti bergerak ke arah yang salah, mencetak tertinggi baru di 7,1% meskipun bank sentral melakukan langkah-langkah pengetatan kebijakan yang konsisten.
- Pekan lalu, Penjualan Ritel Inggris juga mengalahkan ekspektasi. Data ekonomi bulanan naik 0,3% sementara pasar mengantisipasi kontraksi 0,2%. Penjualan Ritel Tahunan turun 2,1% tetapi tetap lebih baik karena investor mengharapkan kontraksi 2,6%.
- Gubernur BoE Andrew Bailey telah membuka kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut karena perjalanan mencapai stabilitas harga masih jauh dari selesai.
- Lebih banyak kenaikan suku bunga oleh BoE diprakirakan akan mengancam prospek ekonomi secara negatif.
- Konsekuensi dari inflasi Inggris yang persisten adalah meredam citra Partai Konservatif ketika Menteri Keuangan Jeremy Hunt membatalkan janji pemotongan pajak, dengan alasan bahwa pelaksanaannya dapat mendorong tekanan inflasi dan mengimbangi upaya-upaya yang dilakukan oleh bank sentral untuk menurunkan inflasi.
- Citra Partai Konservatif Inggris dapat semakin berkurang karena Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt sedang berdiskusi dengan regulator industri bahwa bisnis tidak boleh menaikkan margin keuntungan, diuntungkan dari permintaan yang optimis, yang disebut keserakahan, seperti yang dilaporkan oleh Bloomberg.
- Selain keserakahan, pemerintah Inggris sedang meningkatkan upaya untuk menjinakkan inflasi dengan memotong upah di sektor publik.
- Sentimen pasar yang lebih luas menunjukkan tema penghindaran risiko karena ekuitas global menunjukkan valuasi yang tinggi dan musim hasil kuartalan sudah di ambang pintu.
- Indeks Dolar AS rebound setelah koreksi karena kenaikan suku bunga pada bulan Juli oleh Federal Reserve (The Fed) sudah diantisipasi secara luas.
- Para analis di Rabobank memprakirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan Juli tetapi juga memprakirakan laju kenaikan suku bunga lebih moderat yang akan berarti melewatkan September, dengan November menjadi pertemuan yang berpotensi menunjukkan kenaikan kedua.
- Minggu ini, investor akan mencermati data Pesanan Barang Tahan Lama Amerika Serikat, yang dijadwalkan pada hari Selasa pukul 12:30 GMT (19:30 WIB).
Analisis Teknis: Pound Sterling Tampak akan Melampaui Resistance 1,2740
Pound Sterling mengumpulkan kekuatan untuk menunjukkan pergerakan yang meyakinkan di atas resistance terdekat di 1,2740. Cable secara konsisten mendapatkan support yang layak di dekat angka bulat 1,2700, namun, upaya tersebut bisa sia-sia saat Indeks Dolar AS (DXY) pulih dari koreksi.
Pound Sterling berada dalam mode mean-reversion dan diprakirakan akan menemukan support di dekat Exponential Moving Average (EMA) 20-hari. Bias ke bawah Cable bisa menguat jika gagal mempertahankan support di sekitar 1,2700. Sementara pembeli Pound Sterling bisa kembali beraksi jika Cable naik di atas 1,2800.
Pertanyaan Umum BoE
Apa yang dilakukan Bank of England dan bagaimana dampaknya pada Pound?
Bank of England (BoE) memutuskan kebijakan moneter untuk Inggris. Tujuan utamanya adalah mencapai 'stabilitas harga', atau tingkat inflasi stabil 2%. Perangkat untuk mencapai tujuan ini adalah melalui penyesuaian suku bunga pinjaman dasar. BoE menetapkan suku bunga yang dipinjamkan kepada bank-bank komersial dan bank-bank yang meminjamkan kepada satu sama lain, menentukan tingkat suku bunga dalam perekonomian secara keseluruhan. Keputusan ini juga berdampak pada nilai Poundsterling (GBP).
Bagaimana kebijakan moneter Bank of England memengaruhi Sterling?
Ketika inflasi berada di atas target Bank of England, maka Bank of England akan merespons dengan menaikkan suku bunga, sehingga menjadi lebih mahal bagi masyarakat dan bisnis jika ingin mengakses kredit. Hal ini positif untuk Pound Sterling karena suku bunga yang lebih tinggi membuat Inggris menjadi tempat yang lebih menarik bagi investor global untuk memarkir uang mereka. Ketika inflasi turun di bawah target, ini adalah tanda pertumbuhan ekonomi melambat, dan BoE akan mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga untuk menurunkan kredit dengan harapan bisnis akan meminjam untuk berinvestasi dalam proyek-proyek yang menghasilkan pertumbuhan – kondisi yang negatif untuk Pound Sterling.
Apa itu Pelonggaran Kuantitatif/Quantitative Easing (QE) dan bagaimana pengaruhnya pada Pound?
Dalam situasi ekstrim, Bank of England dapat memberlakukan kebijakan yang disebut Pelonggaran Kuantitatif/Quantitative Easing (QE). QE adalah proses di mana BoE secara substansial meningkatkan aliran kredit dalam sistem keuangan yang macet. QE adalah kebijakan pilihan terakhir ketika menurunkan suku bunga tidak akan mencapai hasil yang diinginkan. Proses QE melibatkan BoE dalam mencetak uang untuk membeli aset – biasanya obligasi pemerintah atau obligasi korporasi berperingkat AAA – dari bank-bank dan lembaga-lembaga keuangan lainnya. QE biasanya membuat Poundsterling lebih lemah.
Apa itu Pengetatan Kuantitatif/Quantitative Tightening (QT) dan bagaimana pengaruhnya pada Pound Sterling?
Pengetatan kuantitatif/Quantitative tightening (QT) adalah kebalikan dari QE, yang diberlakukan ketika ekonomi menguat dan inflasi mulai meningkat. Dalam QE, Bank of England (BoE) membeli obligasi pemerintah dan korporasi dari lembaga-lembaga keuangan untuk mendorong mereka memberikan pinjaman; dalam QT, BoE berhenti membeli lebih banyak obligasi, dan berhenti menginvestasikan kembali pokok obligasi yang jatuh tempo pada obligasi yang telah dipegangnya. Hal ini biasanya berdampak positif pada Pound Sterling.