GBP/USD Pulih dengan Kuat di Atas 1,2460 karena Indeks USD Kehilangan Momentum Kenaikan

  • GBP/USD telah bergerak dengan percaya diri di atas 1,2460 karena dorongan risk-off memudar.
  • Indeks USD telah merasakan hilangnya momentum kenaikan karena The Fed diprakirakan akan menghentikan sementara kenaikan suku bunga.
  • Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mungkin akan melewatkan janjinya untuk mengurangi separuh inflasi Inggris pada akhir tahun 2023.

Pasangan GBP/USD telah menunjukkan pemulihan yang kuat dan telah naik di atas 1,2460 di sesi Tokyo. Cable telah pulih dengan tajam di tengah penurunan Indeks Dolar AS (DXY) karena sentimen pasar berubah menjadi ceria.

Kontrak berjangka S&P500 telah memulihkan sebagian besar pelemahan yang terjadi di Asia meskipun para investor tetap berhati-hati di tengah penundaan masalah plafon utang Amerika Serikat. Para investor khawatir bahwa kegagalan dalam menambah pembayaran kewajiban oleh Departemen Keuangan AS akan mengurangi prospek jangka panjang, jutaan pekerjaan, dan produksi secara keseluruhan.

Indeks USD telah memperbarui level tertinggi lima minggunya di 102,75 meskipun Federal Reserve (The Fed) diprakirakan akan menghentikan sementara kenaikan suku bunganya. Karena inflasi AS dan Indeks Harga Produsen (IHP) yang melunak dan kondisi pasar tenaga kerja yang mereda, ketua The Fed Jerome Powell memiliki alasan untuk mengalihkan fokus ke prospek ekonomi AS untuk menghindari bencana lebih lanjut karena para investor sudah takut dengan kegelisahan perbankan AS.

Kondisi kredit yang ketat oleh bank-bank regional AS telah memicu masalah bagi perusahaan-perusahaan kecil karena mereka berusaha keras untuk mengumpulkan dana untuk kegiatan operasional. Hal ini telah berdampak pada kondisi pasar tenaga kerja AS yang ketat.

Dari Inggris, kenaikan suku bunga dari Bank of England (BoE) gagal untuk mengurangi tekanan inflasi. Para pembuat kebijakan BoE telah mengakui bahwa mereka telah membuat kesalahan dengan meremehkan kekuatan tekanan inflasi yang terus berlanjut. Inflasi Inggris diprakirakan akan mencapai target inflasi 2% sebelum awal 2025. Namun, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak mungkin akan meleset dari janjinya untuk mengurangi separuh inflasi Inggris pada akhir tahun 2023.

Pemerintah Jepang dan BoJ Perdebatkan Risiko Deflasi dan Peran dalam Menjaga Kenaikan Upah

Dewan Ekonomi Jepang dalam pertemuan hari Senin memperdebatkan peran yang harus dimainkan oleh pemerintah dan Bank of Japan (BoJ) dalam menaikkan upah
Leer más Previous

S&P500 Futures Berusaha Keras Tegaskan Optimisme Pengambil Kebijakan AS terkait Pembicaraan Plafon Utang

Risk appetite sedikit membaik di awal hari Senin karena para pembuat kebijakan AS mengisyaratkan solusi untuk pagu utang AS yang akan habis masa berla
Leer más Next