Imbal Hasil Obligasi AS Naik di Tengah Kebuntuan Plafon Utang – Jajak Pendapat Reuters
Imbal hasil obligasi pemerintah AS akan meningkat secara signifikan selama bulan mendatang, menurut sebuah survei terhadap hampir 28 analis oleh Reuters yang dilakukan pada tanggal 5-11 Mei. Jajak pendapat ini juga menyatakan bahwa para responden terpecah mengenai apakah risiko gagal bayar AS lebih tinggi atau sama dengan kebuntuan sebelumnya mengenai plafon utang.
Temuan-Temuan Utama
Setengah dari responden mengatakan bahwa risiko gagal bayar kali ini lebih tinggi dibandingkan dengan episode-episode sebelumnya dari kebuntuan plafon utang.
Namun, para analis memperingatkan bahwa situasi saat ini mungkin lebih berisiko karena perpecahan politik yang semakin melebar.
Imbal hasil obligasi AS bertenor 2 tahun dan 10 tahun diprakirakan akan naik di bulan mendatang masing-masing sekitar 20 dan 10 basis poin.
Ketika ditanya pada kisaran berapa imbal hasil 10 tahun, yang saat ini sebesar 3,38%, akan diperdagangkan dalam satu bulan ke depan, jawaban rata-rata dari para ahli strategi yang disurvei adalah 3,30%-3,60%.
Tanggapan individu berkisar dari serendah 3,0% hingga setinggi 4,0%.
Baca juga: USD/JPY Pudarkan Pemantulan Terendah Mingguan di Sekitar Pertengahan 134,00-an