EUR/GBP Lanjutkan Pemulihan di Atas 0,8800 Jelang Inflasi Zona Euro dan PDB Inggris

  • EUR/GBP telah melanjutkan pemulihannya di atas 0,8880 karena fokus bergeser ke inflasi Zona Euro.
  • ECB akan menaikkan suku bunga lebih lanjut jika kegelisahan perbankan tidak berdampak atau berdampak lemah pada situasi keuangan.
  • Perekonomian Inggris diprakirakan akan mengalami resesi yang dalam karena inflasi yang sangat tinggi dan pertumbuhan yang semakin tertekan.

Pasangan EUR/GBP telah melanjutkan pemulihannya di atas 0,8800 di sesi Asia. Pasangan mata uang ini telah menunjukkan penurunan secara bertahap dengan harapan bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan terus menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk menjinakkan inflasi yang lengket. Aset ini diprakirakan akan menunjukkan aksi yang kuat menjelang rilis Indeks Harga Konsumen (HICP) awal Zona Euro dan angka Produk Domestik Bruto (PDB) Kuartal 4 (Q4) pada hari Jumat.

HICP awal Zona Euro diperkirakan akan melambat secara signifikan menjadi 7,3% dari rilis sebelumnya sebesar 8,5%. Sementara HICP inti diperkirakan akan meningkat ke 5,7% dibandingkan dengan rilis sebelumnya sebesar 5,6%. Harga minyak yang lemah diperkirakan akan membebani inflasi Zona Euro. Bank Sentral Eropa (ECB) diprakirakan akan melanjutkan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut karena Presiden ECB Christine Lagarde menegaskan bahwa Inflasi akan tetap lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

Sementara itu, ketegangan perbankan mulai mereda karena tidak adanya berita mengenai kerusakan agunan lebih lanjut merupakan kabar baik bagi pasar. Kepala Ekonom Philip Lane mengatakan pada hari Rabu, "Suku bunga ECB harus naik jika ketegangan perbankan tidak berdampak atau 'cukup terbatas'."

Dari Inggris, para investor sangat menantikan data Produk Domestik Bruto (PDB). Sesuai konsensus, pertumbuhan Inggris tetap stagnan pada kuartal keempat Tahun Siklus 2022. PDB tahunan diprakirakan akan tetap stabil di 0,4%. Perekonomian Inggris diperkirakan akan mengalami resesi yang dalam karena inflasi yang sangat tinggi dan pertumbuhan yang semakin tertekan.

Para pengambil kebijakan Bank of England (BoE) terlihat yakin akan pelemahan inflasi ke depan dan kenaikan mengejutkan pada inflasi Februari hanya terjadi sekali, namun, tidak adanya bukti masih menimbulkan keraguan. Gubernur BoE Andrew Bailey menyebutkan bahwa lebih banyak suku bunga akan diumumkan jika inflasi tetap bertahan lebih lanjut. Sebaliknya, para analis di Bank of America (BoA) berpandangan bahwa BoE tidak akan menaikkan suku bunga lebih lanjut dan akan mempertahankan suku bunga tetap hingga tahun 2024.

 

Analisis Harga USD/CAD: Penjual Menabrak Support namun Mengincar Kelanjutan Menuju 1,3450

Dolar Kanada menguat ke level tertinggi dalam hampir empat minggu terhadap Greenback pada hari Rabu karena pemulihan minat risiko mendukung mata uang
Leer más Previous

S&P 500 Futures Mundur meski Wall Street Menguat, Yield Naik-Turun Karena Kecemasan Pra-Inflasi Meningkat

Setelah menyaksikan akhir yang beragam pada hari Rabu, sentimen pasar tetap lesu pada awal hari Kamis, mengarah pada penurunan akhir-akhir ini. Semen
Leer más Next