Berita Harga USD/INR: Menguat di Atas 82,60, Investor Tunggu Kebijakan The Fed untuk Mendapatkan Dorongan Baru

  • USD/INR berosilasi dalam kisaran sempit di atas 82,60 menjelang kebijakan the Fed.
  • Semakin besarnya kemungkinan kenaikan suku bunga yang lebih kecil oleh the Fed juga membebani imbal hasil yang ditawarkan oleh obligasi AS.
  • Aliran modal masuk di India dapat terpangkas jika gejolak perbankan meluas lebih jauh.

Pasangan USD/INR menunjukkan pergerakan maju-mundur di sekitar 82,60 di sesi Asia. Aset ini menunjukkan kinerja yang kurang bersemangat setelah isyarat sideways Indeks Dolar AS (DXY) yang diamati pada hari Selasa. Mata uang utama ini diharapkan akan terus berkonsolidasi dalam kisaran yang sempit karena para investor berfokus pada pengumuman kebijakan moneter oleh Federal Reserve (Fed).

Indeks S&P500 berjangka terlihat sepi setelah kenaikan dua hari berturut-turut karena kekhawatiran akan keruntuhan lebih lanjut di sektor perbankan Amerika Serikat mulai memudar, menggambarkan tema selera risiko yang didukung oleh para pelaku pasar. Indeks Dolar AS (DXY) telah tergelincir di bawah support jangka menengah 103,20 dan diharapkan akan tetap berada dalam tekanan menjelang keputusan suku bunga The Fed.

Semakin kuatnya ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih kecil oleh the Fed juga membebani imbal hasil yang ditawarkan obligasi pemerintah AS. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun telah terpangkas mendekati 3,58%.

Analis di CitiBank mengharapkan kenaikan suku bunga sebesar 25 bp akan membawa suku bunga Fed Funds menjadi 4,75-5,0%. Ketua The Fed Jerome Powell kemungkinan akan menekankan bahwa inflasi dapat diatasi melalui kebijakan suku bunga, sementara stabilitas keuangan dapat diatasi melalui alat lain. Tidak adanya kenaikan dapat diartikan bahwa The Fed menyadari lebih banyak masalah di sektor perbankan dibandingkan publik.

Mengenai panduan suku bunga, CitiBank mengharapkan median dot untuk akhir tahun 2023 naik 25 bp dari 5,00-5,25 menjadi 5,25-5,5% dan dot 2024 naik 25 bp. Fed juga akan memperbarui prakiraan ekonomi kuartalannya."

Sementara itu, Rupee India bekerja keras untuk mempertahankan sisi negatifnya dengan argumen bahwa krisis sektor perbankan AS akan memiliki dampak yang dapat diabaikan terhadap ekonomi India.

Laporan Keadaan Ekonomi dari Reserve Bank of India (RBI) menyatakan bahwa dampak langsung dari krisis perbankan AS terhadap aktivitas ekonomi India dapat dibatasi. Aliran modal masuk karena volatilitas global dapat terpangkas jika gejolak perbankan meluas lebih jauh.

 

Analisis Harga EUR/USD: Segitiga Bulanan Menggoda Para Pedagang Momentum di Dekat 1,0780 Menjelang Fed

EUR/USD tak bergerak di sekitar 1,0770-80 karena kecemasan pra-Fed meningkat selama awal hari Rabu. Yang menambah kekuatan pada sentimen yang berhati-
Read more Previous

WTI: Dolar AS yang Lesu dan Menurunnya Persediaan Mendorong Pembeli Minyak di Atas $69,00

Minyak mentah WTI mengambil tawaran beli untuk mengurangi penurunan dalam perdagangan harian, yang pertama dalam tiga hari, di tengah perdagangan yang
Read more Next