EUR/USD Terekspos ke 1,0300 Karena Zona Euro Hadapi Resesi, Pidato The Fed Powell dalam Fokus

  • EUR/USD telah berbalik datar karena para investor menunggu rilis HICP Zona Euro untuk panduan lebih lanjut.
  • Setelah beberapa komentar hawkish dari para pengambil kebijakan Federal Reserve, pidato dari Jerome Powell menjadi lebih penting.
  • Perekonomian Zona Euro menghadapi resesi karena suku bunga meningkat meskipun perkembangan ekonomi tidak menguntungkan.
  • EUR/USD diprakirakan akan turun mendekati 1,0300 di tengah arus risk-off.

EUR/USD telah mundur di sekitar 1,0330 di sesi Asia setelah menukik dari rintangan penting di sekitar 1,0500. Pasangan mata uang utama ini masih berada dalam cengkeraman para penjual Dolar AS dan diprakirakan akan menyeretnya lebih jauh ke arah support level angka bulat 1,0300 di tengah sentimen pasar yang negatif. Dampak keresahan masyarakat terhadap ditariknya kembali langkah-langkah karantina COVID-19 tidak hanya terbatas pada Tiongkok. Perekonomian Barat juga menghadapi tekanan yang signifikan karena kondisi yang saling ketergantungan.

Dukungan untuk tema penghindaran risiko oleh para pelaku pasar telah memperkuat Indeks Dolar AS (DXY). Indeks USD telah berhenti sejenak setelah rally raksasa di sekitar 106,70 dan bertujuan untuk melanjutkan kenaikannya ke depan. Sementara penurunan signifikan dalam selera risiko para investor menyebabkan aksi jual dalam S&P500.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS telah melonjak kembali setelah turun di bawah 3,65%. Imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS telah pulih di atas 3,69% karena beberapa komentar hawkish mengenai panduan suku bunga dari para pengambil kebijakan Federal Reserve (The Fed).

Pengambil Kebijakan Federal Reserve Tidak Melihat Adanya Penghentian Budaya Kenaikan Suku Bunga Lebih Cepat

Tidak diragukan lagi, inflasi Amerika Serikat telah menunjukkan penurunan yang berarti dalam laporan bulan Oktober dan para pelaku pasar juga telah menekan Dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS karena hal yang sama. Indeks Harga Konsumen (IHK) utama Amerika Serikat mendarat di 7,7% sementara IHK inti dipangkas menjadi 6,3%. Angka IHK utama jauh dari tingkat yang ditargetkan sebesar 2%, oleh karena itu, pertimbangan penghentian kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) tampaknya tidak menguntungkan dalam waktu dekat.

Presiden Bank The Fed New York John Williams lebih menyukai mendorong suku bunga ke tingkat pembatasan yang cukup kuat untuk mendorong inflasi turun dan menahannya hingga Tahun Siklus 2024. Selain itu, Presiden The Fed Bank Cleveland Loretta Mester percaya bahwa Federal Reserve tidak mendekati jeda kenaikan suku bunga, seperti yang dilansir dari Financial Times. Dia menambahkan bahwa lebih banyak laporan inflasi yang baik dan lebih banyak tanda-tanda moderasi diperlukan sebelum membangun rencana aksi jeda kenaikan suku bunga.

Untuk isyarat yang lebih bermakna terkait panduan suku bunga, pidato dari ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang dijadwalkan pada hari Rabu, akan sangat diperhatikan.

Dolar AS akan Tetap Bergejolak karena Beberapa Katalis Ekonomi

Pekan lalu, kalender ekonomi yang sepi membuat Dolar AS tetap datar, tetapi pekan ini sangat berbeda. Dolar AS akan menghadapi volatilitas dari rilis data Ketenagakerjaan Automatic Data Procession (ADP) Amerika Serikat, angka Produk Domestik Bruto (PDB) triwulanan, Personal Consumption Expenditure (PCE) inti, IMP Manufaktur ISM, dan Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan menjadi acara utama.

Menurut prakiraan, ekonomi Amerika Serikat telah menciptakan tambahan 208 ribu lapangan pekerjaan pada bulan November dibandingkan rilis sebelumnya sebesar 261 ribu. Tingkat Pengangguran terlihat tidak berubah pada 3,7%. Kewajiban bunga yang lebih tinggi karena pengetatan kebijakan yang parah oleh Federal Reserve telah memaksa perusahaan-perusahaan untuk menunda rencana ekspansi mereka, yang telah memangkas persyaratan untuk lebih banyak tenaga kerja. Selain itu, proyeksi ekonomi yang lebih lemah telah menyebabkan pemanfaatan tenaga kerja saat ini secara optimal.

Zona Euro Hadapi Resesi di tengah Kenaikan Suku Bunga dan Prospek yang Tidak Menguntungkan

Tekanan inflasi di Zona Euro meroket dan perkembangan ekonomi telah stagnan akibat guncangan rantai pasokan yang memicu harga energi. Saat mempresentasikan laporan stabilitas keuangan pada hari Senin, pengambil kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) dan Presiden Bank Sentral Slovakia Peter Kazimir mengatakan bahwa "risiko resesi di Zona Euro semakin meningkat." Lebih lanjut ia menambahkan bahwa kenaikan suku bunga terus berlanjut meskipun perkembangan ekonomi tidak menguntungkan.

Yang menguatkan hal tersebut, para analis di Danske Bank juga mendukung pandangan yang menyebutkan resesi di zona Euro tampaknya sulit dihindari. Mereka memojokkan guncangan sisi penawaran, alasan utama di balik meningkatnya peluang resesi di Zona Euro. Guncangan sisi penawaran mengatur sentimen untuk periode inflasi tinggi yang diperpanjang ditambah dengan pertumbuhan yang tidak bersemangat. Resesi tampaknya sulit dihindari dan kami memperkirakan PDB akan turun 0,9% pada tahun 2023, diikuti oleh stagnasi pada tahun 2024." Hal ini akan memberikan tekanan yang signifikan pada Euro ke depan.

Sementara itu, para investor mengalihkan fokus mereka pada rilis Harmonized Index of Consumer Prices (HICP) Zona Euro, yang akan dirilis pada hari Selasa. Sesuai konsensus, HICP utama akan turun ke 10,4% dibandingkan rilis sebelumnya sebesar 10,6%. Sementara data HICP inti yang tidak termasuk harga minyak dan makanan terlihat tidak berubah pada 5%.

Prospek Teknis EUR/USD

Prospek Teknis EUR/USD

EUR/USD telah menurun setelah membentuk pola grafik 'Double Top' pada skala empat jam. Pembentukan pola grafik yang disebutkan di atas mengindikasikan pembalikan bearish karena aset ini menguji level tertinggi sebelumnya pada hari Senin di sekitar 1,0500 dengan minat beli yang lemah.

Pasangan mata uang utama ini telah turun di bawah Exponential Moving Average (EMA) periode 20 di 1,0360 sementara EMA 50 di 1,0277 masih naik.

Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) (14) telah bergeser ke kisaran 40,00-60,00 dari kisaran bullish 60,00-80,00, yang menandakan hilangnya momentum kenaikan.

 

 

 

 

Analisis Harga NZD/USD: Penjual Mengintai di Bawah 0,6200, Incar Support Garis Tren

Sesuai analisis sebelumnya, pembeli mencari 0,6300 sementara penjual mengincar tanda-tanda distribusi, penjual memang bergerak masuk dan distribusi te
مزید پڑھیں Previous

Prakiraan Harga Emas: XAU/USD tetap Defensif di Bawah $1.750 di Tengah Kekhawatiran atas Tiongkok dan The Fed

Harga emas (XAU/USD) mendekati support $1.740 di tengah sesi Asia yang lesu pada hari Selasa, menyusul awal yang suram untuk pekan yang penting ini. K
مزید پڑھیں Next