AUD/USD Merosot Lebih dari 1,0% karena Masalah Covid di Tiongkok, Data Australia yang Mengkhawatirkan, Lowe RBA

  • AUD/USD bersiap untuk melakukan pelemahan harian terbesar dalam enam minggu di tengah berbagai hal negatif.
  • Penjualan Ritel Australia mencatatlan kontraksi pertama tahun 2022, Gubernur RBA Lowe mengutip kekhawatiran pasar perumahan.
  • Kondisi virus di Tiongkok memburuk tetapi pemrotes menuntut penghapusan kebijakan Nol-Covid.
  • Katalis-katalis kualitatif akan lebih penting untuk petunjuk arah baru.

AUD/USD menegaskan status barometer risiko karena merosot ke 0,6680 selama awal Senin, mencatatkan pelemahan harian lebih dari 1,0% di tengah sentimen masam. Selain sentimen risk-off, data suram dari Australia dan komentar-komentar suram dari Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Philip Lowe juga mendukung para penjual pasangan AUD ini.

Pasar di Tiongkok turun hampir 3,0% karena kekhawatiran terhadap virus Korona meningkat di negara naga ini di tengah infeksi harian yang mencapai rekor tertinggi dan protes atas kebijakan Nol-Covid pemerintah. Alasannya bisa dikaitkan dengan dugaan kebakaran yang menewaskan sekitar 10 orang di Shanghai karena mereka tidak dapat meninggalkan gedung karena sebagian terkunci, sesuai rumor yang tersebar di internet.

Di tempat lain, Penjualan Ritel Australia mencatatkan pertumbuhan negatif 0,2% MoM untuk bulan Oktober versus ekspansi yang diharapkan 0,4% dan kenaikan sebelumnya 0,6%. "Penjualan ritel Australia mengalami penurunan pertama mereka pada tahun 2022 di bulan Oktober karena kenaikan harga dan suku bunga yang lebih tinggi akhirnya tampaknya berdampak pada daya beli, hasil yang mengejutkan yang mendukung laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat," sebut Reuters setelah data Australia yang suram.

Perlu dicatat bahwa Gubernur RBA Lowe mengutip risiko spiral upah dan kekhawatiran pasar perumahan untuk memberikan lebih banyak tekanan turun pada harga AUD/USD.

Sementara yang menggambarkan sentimen, saham berjangka AS turun hampir 0,70% sementara imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS turun 3,7 basis poin (bp) menjadi 3,66% pada saat berita ini ditulis.

Mengingat sentimen risk-off dan sejumlah katalis suram dari Australia, AUD/USD kemungkinan akan menyaksikan penurunan lebih lanjut menjelang data inflasi bulanan yang baru saja dimulai di negara itu, yang akan dipublikasikan pada hari Rabu. Setelah itu, beberapa komentar dari Gubernur RBA Philip Lowe dan Ketua The Fed Jerome Powell hari Kamis, serta laporan ketenagakerjaan AS hari Jumat untuk bulan November, akan sangat penting untuk diperhatikan untuk mendapatkan petunjuk arah yang jelas.

Analisis Teknis

Penutupan harian di bawah pertemuan support 0,6690, termasuk 100-DMA dan garis tren naik berusia tiga minggu, menjadi penting agar dapat menarik kembali para penjual AUD/USD.

 

GBP/JPY Turun Menuju 167,00 karena Kekhawatiran Terkait Tiongkok serta Masalah Pemogokan Nasional Inggris

GBP/JPY menyentuh kembali terendah dalam perdagangan harian di sekitar 167,00 selama awal hari Senin sementara bersiap untuk melakukan penurunan haria
了解更多 Previous

Sutra, RBNZ: Prakiraan Resesi Menunjukkan akan Dangkal dan Teknis

Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) Karen Silk, Asisten Gubernur, mengungkapkan pandangannya terhadap prospek ekonomi, inflasi dan kebijakan moneter da
了解更多 Next